Wednesday, October 15, 2014

Know Carl Rogers Humanistic Theory in Education


A.Biografi Carl Rogers

 Carl Rogers dilahirkan di Oak Park, Illionis, Amerika Syarikat pada 8 Januari 1902. Beliau adalah anak ke 4 dari keluarga yang mempunyai lima orang anak lelaki dan seorang anak perempuan. Sejak kecil, beliau menerima didikan yang sangat kukuh mengenai kerja keras dan nilai agama Protestan. Oleh sebab itulah, kedua-dua nilai ini beliau terapkan di dalam semua teori yang beliau hasilkan.Rogers tidak memiliki banyak teman sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Ia membaca buku apa saja yang ditemuinya termasuk kamus dan ensiklopedi, meskipun ia sebenarnya sangat menyukai buku-buku petualangan.
 Rogers pernah belajar di bidang agrikultural dan sejarah di University of Wisconsin. Pada tahun 1928 ia memperoleh gelar Master di bidang psikologi dari Columbia University dan kemuian memperoleh gelar Ph.D di dibidang psikologi klinis pada tahun 1931. Pada tahun 1931, Rogers bekerja di Child Study Department of the Society for the prevention of Cruelty to Children (bagian studi tentang anak pada perhimpunan pencegahan kekerasan tehadap anak) di Rochester, NY
    Pada tahun 1945 Rogers menjadi mahaguru psikologi di Universitas of Chicago, yang dijabatnya hingga kini. Tahun 1946-1957 menjadi presiden the American Psychological Association. Dan meninggal dunia tanggal 4 Februari 1987 karena serangan jantung.

B.TEORI HUMANISTIK CARL ROGER
                Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya. Menurut para pendidik aliran humanistis penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. Tujuan para pendidik ialah membantu si siswa mngembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
  Teori Roger dalam bidang pendidikan adalah dibutuhkannya 3 sikap guru yang fasilitator,antara lain:
 a. Realitas di dalam fasilitator belajar  aktif
Merupakan sikap dasar yang penting. Karena Menurut Roger, peranan guru dalam kegiatan belajar siswa menurut pandangan teori humanisme adalah sebagai fasilitator yang berperan aktif dalam :
1) membantu menciptakan iklim kelas yang kondusif agar siswa bersikap positif terhadap
 belajar,      
2)  membantu siswa untuk memperjelas tujuan belajarnya dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar, 
3) membantu siswa untuk memanfaatkan dorongan dan cita-cita mereka sebagai kekuatan pendorong belajar,
4) menyediakan berbagai sumber belajar kepada siswa, dan
5) menerima pertanyaan dan pendapat, serta perasaan dari berbagai siswa sebagaimana adanya.




b. Penghargaan, penerimaan, dan kepercayaan
Menghargai pendapat, perasaan, dan sebagainya membuat timbulnya penerimaan akan satu dengan lainnya. Dengan adanya penerimaan tersebut, maka akan muncul kepercayaan akan satu dengan lainnya.
c. Pengertian yang empati
Untuk mempertahankan iklim belajar atas dasar inisiatif diri, maka guru harus memiliki pengertian yang empati akan reaksi murid dari dalam. Guru harus memiliki kesadaran yang sensitif bagi jalannya proses pendidikan dengan tidak menilai atau mengevaluasi. Pengertian akan materi pendidikan dipandang dari sudut murid dan bukan guru.

C. APLIKASI TEORI HUMANISTIK CARL ROGERS DALAM PENDIDIKAN
                Teori Roger ini dapat diterapkan dalam pendidikan untuk mengembangkan individu yang merdeka yang dapat memilih dengan bebas atas tanggung jawab penuh, manusia yang kreatif yang dapat senantiasa menyesuaikan diri dengan perubahan dunia.
Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterpkan pada materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.
Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku
 .
Usulan :
              Menurut pendapat saya,Teori Humanistik Carl Rogers tersebut dapat diterapkan dalam dunia pendidikan di indonesia.Apabila diterapkan maka akan berdampak positif (bermanfaat) bagi dunia pendidikan di indonesia.Karena dalam teori tersebut mengedepankan agar guru mampu  mendorong serta membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa itu sendiri.
                Semoga teori ini dapat diterapkan diindonesia,melalui pembelajaran kepribadian(karakter) siswa.Sehingga siswa mampu mengembangkan potensinya dan menjadi siswa yang bertanggung jawab,kreatif,bebas,berani dan mampu mengatur pribadinya sendiri serta tidak terikat pada pendapat orang lain.

No comments:

Post a Comment