A.Biografi Carl Rogers
Carl Rogers dilahirkan di Oak Park,
Illionis, Amerika Syarikat pada 8 Januari 1902. Beliau adalah anak ke 4 dari
keluarga yang mempunyai lima orang anak lelaki dan seorang anak perempuan.
Sejak kecil, beliau menerima didikan yang sangat kukuh mengenai kerja keras dan
nilai agama Protestan. Oleh sebab itulah, kedua-dua nilai ini beliau terapkan
di dalam semua teori yang beliau hasilkan.Rogers tidak memiliki banyak teman
sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Ia membaca buku
apa saja yang ditemuinya termasuk kamus dan ensiklopedi, meskipun ia sebenarnya
sangat menyukai buku-buku petualangan.
Rogers pernah belajar di bidang agrikultural
dan sejarah di University of Wisconsin. Pada tahun 1928 ia memperoleh gelar
Master di bidang psikologi dari Columbia University dan kemuian memperoleh gelar
Ph.D di dibidang psikologi klinis pada tahun 1931. Pada tahun 1931, Rogers
bekerja di Child Study Department of the Society for the prevention of Cruelty
to Children (bagian studi tentang anak pada perhimpunan pencegahan kekerasan
tehadap anak) di Rochester, NY
Pada tahun 1945 Rogers menjadi mahaguru
psikologi di Universitas of Chicago, yang dijabatnya hingga kini. Tahun
1946-1957 menjadi presiden the American Psychological Association. Dan
meninggal dunia tanggal 4 Februari 1987 karena serangan jantung.
B.TEORI HUMANISTIK CARL ROGER
Teori
Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan
bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi
dirinya. Menurut para pendidik aliran humanistis penyusunan dan penyajian
materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. Tujuan para
pendidik ialah membantu si siswa mngembangkan dirinya, yaitu membantu
masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang
unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri
mereka.
Teori Roger dalam bidang pendidikan adalah dibutuhkannya 3 sikap guru yang fasilitator,antara lain:
a. Realitas di dalam
fasilitator belajar aktif
Merupakan sikap dasar yang
penting. Karena Menurut Roger, peranan guru dalam kegiatan belajar siswa menurut
pandangan teori humanisme adalah sebagai fasilitator yang berperan aktif dalam
:
1) membantu
menciptakan iklim kelas yang kondusif agar siswa bersikap positif terhadapbelajar,
2) membantu siswa untuk memperjelas tujuan belajarnya dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar,
3) membantu siswa untuk memanfaatkan dorongan dan cita-cita mereka sebagai kekuatan pendorong belajar,
4) menyediakan berbagai sumber belajar kepada siswa, dan
b. Penghargaan, penerimaan, dan kepercayaan
Menghargai pendapat, perasaan,
dan sebagainya membuat timbulnya penerimaan akan satu dengan lainnya. Dengan
adanya penerimaan tersebut, maka akan muncul kepercayaan akan satu dengan
lainnya.
c. Pengertian yang empati
Untuk mempertahankan iklim
belajar atas dasar inisiatif diri, maka guru harus memiliki pengertian yang
empati akan reaksi murid dari dalam. Guru harus memiliki kesadaran yang
sensitif bagi jalannya proses pendidikan dengan tidak menilai atau
mengevaluasi. Pengertian akan materi pendidikan dipandang dari sudut murid dan
bukan guru.
C. APLIKASI TEORI HUMANISTIK CARL ROGERS DALAM PENDIDIKAN
Teori
Roger ini dapat diterapkan dalam pendidikan untuk mengembangkan individu yang
merdeka yang dapat memilih dengan bebas atas tanggung jawab penuh, manusia yang
kreatif yang dapat senantiasa menyesuaikan diri dengan perubahan dunia.
Pembelajaran berdasarkan teori
humanistik ini cocok untuk diterpkan pada materi-materi pembelajaran yang
bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis
terhadap fenomena sosial. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa
merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola
pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.
Siswa diharapkan menjadi manusia
yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur
pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain
atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku
.
Usulan :
Menurut pendapat saya,Teori Humanistik Carl Rogers tersebut dapat diterapkan dalam dunia pendidikan di indonesia.Apabila diterapkan maka akan berdampak positif (bermanfaat) bagi dunia pendidikan di indonesia.Karena dalam teori tersebut mengedepankan agar guru mampu mendorong serta membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa itu sendiri.
Semoga teori ini dapat diterapkan diindonesia,melalui pembelajaran kepribadian(karakter) siswa.Sehingga siswa mampu mengembangkan potensinya dan menjadi siswa yang bertanggung jawab,kreatif,bebas,berani dan mampu mengatur pribadinya sendiri serta tidak terikat pada pendapat orang lain.
Menurut pendapat saya,Teori Humanistik Carl Rogers tersebut dapat diterapkan dalam dunia pendidikan di indonesia.Apabila diterapkan maka akan berdampak positif (bermanfaat) bagi dunia pendidikan di indonesia.Karena dalam teori tersebut mengedepankan agar guru mampu mendorong serta membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa itu sendiri.
Semoga teori ini dapat diterapkan diindonesia,melalui pembelajaran kepribadian(karakter) siswa.Sehingga siswa mampu mengembangkan potensinya dan menjadi siswa yang bertanggung jawab,kreatif,bebas,berani dan mampu mengatur pribadinya sendiri serta tidak terikat pada pendapat orang lain.


No comments:
Post a Comment