IBADURRAHMAN HADIR UNTUK JAKARTA
Pemimpin yang baik, sukses, dan
hebat tidak lahir secara kebetulan. Setiap pemimpin ingin menjadi menjadi
seorang figur pemimpin yang terbaik. Namun, tidak semua pemimpin yang memiliki
kiat dan instrumen yang baik tercipta menjadi pemimpin yang baik. Mungkin saja
tidak sedikit pemimpin yang mengklaim bahwasannya dirinya adalah pemimpin
terbaik, namun itu hanyalah klaim belaka sehingga peluang kesalahan pun juga
masih ada. Penyempitan definisi kesuksesan menjadi pemimpin pun sering terjadi,
kebanyakan dari pemimpin hanyalah berorientasi pada dimensi dunia saja,
sehingga melupakan dimensi ruang yang kekal yakni dimensi akhirat. Dimensi yang
sejatinya menjadi muara bagi setiap hasil jerih payah kepemimpinannya.
Jakarta, kota yang menyimpan
berjuta-juta cerita elok dan menjadi saksi bisu perjalanan negeri ini. Kota
megapolitan yang telah menjadi pusat peradaban bangsa. Berjuta-juta kepala
mengadu nasib dan hidup digemerlap didalamnya. Kota yang menyimpan berbagai problematika
yang senantiasa menantang kandidat pemimpin untuk mencari jalan keluarnya. Berbagai
macam karakteristik pemimpin pun silih berganti menduduki kursi
kepemimpinannya. Namun berbagai masalah pun dengan setia senantiasa
menghinggapi deruh kehidupan Ibu Kota tercinta. Untuk itu, penting halnya sebagai
warga negara untuk cerdas, cermat dan teliti dalam memilih pemimpin yang sesuai
dengan apa yang tercantum dalam Al Qur’an dan tuntunan Rasulullah SAW. Lantas
pertanyaan yang akan muncul dalam benak ini adalah pemimpin semacam apakah yang
dimaksud?.
Pemimpin Ibadurrahman
Sebaik-baik kebijakan dan
sejitu-jitunya alternatif solusi, tak akan pernah menjawab problematika permasalahan
Ibukota apabila belum adanya jiwa Ibadurrahman yang melekat dalam pemimpin.
Pemimpin yang memiliki jiwa Ibadurrahman merupakan figur pemimpin yang memiliki
akidah islam yang benar. Secara umum karakteristik dan ciri-ciri dari pemimpin
Ibadurrahman yang telah terpatri dalam Q.S Al Furqan ayat 63-77 adalah sebagai
berikut.
Pertama, bersifat tawadu’ yang artinya
senantiasa rendah hati, ramah, lemah lembun da ketika berjalan dimuka bumi
senantiasa penuh kekuatan, keseriusan, ketenangan, kewibawaan dan jauh dari
kesombongan yang terbesit dalam hatinya.
Kedua, senantiasa Membalas kejelekan
dengan kebaikan. Dalam hal ini sikap mulia mereka tonjolkan terhadap sesama adalah senantiasa memafkan dan
membalas kejelekan orang lain dengan ucapan yang baik.
Ketiga, Senantiasa tahajud dikeheningan
malam. Sederhana memang, tapi sulit menemukan sesosok pemimpin yang mau dan
mampu menyisihkan waktu di sepertiga malamnya untuk beribadah. Tapi lain halnya
dengan pemimpin Ibadurrahman, yang dalam hati mereka selamanya tidak pernah
berhenti untuk berdzikir kepada Allah SWT. Mereka senantiasa menghabiskan waktu
siang dengan berjuang untuk warganya dan apabila datang waktu malam, mereka
menghadap Allah dengan ibadah, dzikir, dan berdo’a serta dalam keadaan rukuk
dan sujud.
Keempat, Takut terhadap azab neraka jahanam.
Mereka tidak pernah bermalas-malasan dalam beribadah dan mereka tidak
menganggap ibadah mereka sebagai sebab masuknya mereka kedalam surga. Akan
tetapi mereka memandang bahwa keselamatan dari siksa Allah SWT hanya dapat
diraih dengan keutamaan rahmat dari Allah.
Kelima, Tidak berlebih-lebihan dalam
membelanjakan harta artinya dalam kehidupan mereka adalah
tauladan yang dapat ditiru didalam sikap ekonomis, pertengahan dan seimbang
dalam menginfakan hartanya. Sebab mereka menyadari sepenuhnya bahwa sifat israf
(penyia-nyiaan harta bukanpada tempatnya) dan taqtir (pengumpulan harta
untuk dirinya sendiri) mampu merusak kehidupan beragama.
Keenam, Tidak beribadah kepada ilah
yang lain beserta Allah. Dalam hal ini mereka tidak menjadikan
sekutubagi Allah, baik dalam ibadah maupun akidah mereka. Mereka senantiasa
mengikhlaskan ibadah mereka hanya kepada Allah semata.
Ketujuh, Tidak bersumpah palsu. Dalam
hal kesaksian mereka merupakan orang-orang yang jujur dan tidak
menghukumi sesuatu kecuali dengan apa yang mereka lihat dan dalam hal ini
mereka tidak terhadap celaan orang yang mencela.
Selain itu juga terdapat
berbagai sifat dan karakteristik yang mendarah daging dalam jiwa pemimpin
Ibadurrahman. Seperti halnya: tidak membunuh, tidak berzina, tidak melakukan
perbuatan yang tidak berguna. ketenangan di dalam keluarga dan keturunan yang shaleh
serta menuntut ilmu dan mengharapkan taudik dari Allah SWT.
Kedua belas karakteristik dan ciri-ciri
Ibadurrahman tersebut merupakan ciri-ciri sebaik-baik wujud dari figur pemimpin
islam yang sebenarnya. Kaderisasi pemimpin berjiwa Ibadurrahman merupakan
alternatif untuk melahirkan dan membumikan para pemimpin yang sesuai dengan Al
Qur’an dan As sunah. Sehingga kehidupan masyarakat Jakarta yang islami dan
penuh dengan ketentraman, ketenangan dan kesejahteraan akan segera terwujud.
No comments:
Post a Comment