Tahun 2015 merupakan tahun dimana
mulai dibukanya Masyarakat Ekonomi Asia, atau yang biasa disebut dengan MEA.
Negara-negara anggota ASEAN bebas untuk ekspor maupun impor barang maupun jasa.
Dengan adanya masayrakat ekonomi asia (MEA) akan mamacu semangat negara-negara
di Asia Ternggara untuk saling berlomba-lomba serta bersaing dalam menciptakan
suatu inovasi, terobosan, maupun kreativitas bagi setiap, termasuk Indonesia di
dalam menghadapi MEA. Persaingan tersebut terjadi dalam berbagai aspek kehidupan,
baik dari aspek ekonomi (bisnis maupun
jasa), sosial, budaya, aspek didalam dunia Pendidikan. Khususnya didalam dunia
pendidikan diperlukan adanya suatu solusi, karena hal tersebut selain akan
berdampak positif, akan tetapi juga akan berdampak negatif terhadap dunia
pendidikan dinegara kita Indonesia.
Untuk menghadapi MEA tersebut mau
tidak mau dunia pendidikan indonesia harus mengubah atau menggeser proses
belajar mengajarnya, yakni dari metode konvensi yang mengharuskan pengajar dan
peserta didik harus senantiasa bertatap muka atau bertemu secara langsung
didalam kelas. Dengan menggesernya menjadi metode digital yang menggunakan
perangkat elektronik dan jaringan (internet) sebagai sarana untuk membantu pembelajaran
antara pengajar dan peserta didiknya. Salah satu praktik nyatanya yakni dengan
melaksanakan atau mempraktikkan metode berbasis web didalam internet yang
dinamakan E-learning.
Sistem
pembelajaran yang menggunakan E learning merupakan cara atau terobosan baru
didalam proses belajar mengajar. Secara istilah, E-learning berasal dari bahasa
inggris (dari kata e dan learning). E merupakan singkatan dari bahasa inggris
yang artinya adalah electronic (Elektronik). Sedangkan learning yang berarti
pembelajaran. Jadi berdasarkan istilah tersebut e-learning merupakan sistem
pembelajaran yang berbasis elektronik (teknologi).
Menurut
Hartley (2001), E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang
memungkinkan tersampainya bahan ajar kesiswa dengan menggunakan internet atau
media jaringan komputer yang lain. Jadi, internet maupun media-media jaringan
komputer dalam konsep e-learning ini digunakan sebagai sarana penyampaian atau
pemberian materi ajar yang diberikan oleh seorang guru kepada siswanya.
Hal tersebut sejalan dengan pendapat nursalam
(2008:135), menurut beliau e-learning memiliki beberapa karakteristik antara
lain:
1. Memanfaatkan
jasa teknologi elektronik.
2. Memanfaatkan
kenggulan komputer (digital media dan komputer networks).
3. Menggunakan
bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di
dalam komputer, sehingga dapat diakses oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan
dimana saja.
4. Memanfaatkan
jadal pembelajaran, kurikulum, hasiil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan
dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di dalam komputer.
Berdasarkan
pendapat dari ketiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-learning
merupakan suatu konsep di dalam dunia pendidikan yang memanfaatkan teknologi yang
berkaitan atau berbasis dengan informasi yang digunakan di dalam proses belajar
mengajar. Dengan kata lain, proses belajar mengajar menggunakan e-learning
tersebut dilakukan secara virtual dengan menggunakan perantara layar komputer.
Dengan artian pengajar (guru maupun dosen) tidak perlu bertatap muka secara
langsung empat mata kepada anak didiknya (siswa maupun mahasiswa). Selain itu,
peserta didik tidak perlu duduk didalam kelas untuk mendapatkan serta menyimak
materi pelajaran yang diberikan oleh gurunya.
Proses
pembelajaran e-learning tersebut dapat dilaksanakan atau diterapkan dengan dengan secara on-line maupun ofline,
dimana seorang pengajar seorang pengajar melaksanakan pengajaran melalui tempat
lain yang berbeda dengan peserta didiknya. Setelah itu pengajar dapat mengirimkan secara online sebuah tayangan
video pembelajarannya tersebut kepada peserta didiknya. Sehingga seorang
peserta didik yang tersambung dengan internet dapat mendapatkan materi melalui
kiriman dari gurunya. Seorang peserta didik tersebut dapat menyaksikan tayangan
atau video tersebut secara of-line yang dapat dilaksanakan dimana saja dan
kapan saja.
Sistem
pembelajaran e-learning ini memiliki banyak keunggulan serta keuntungan yang
sangat bermanfaat bagi pengakses atau penggunanya. Keunggulan-keunggulan dari
sistem pembelajaran e-learning tersebut antara
lain:
1.
Efisiensi waktu dan biaya
Dari segi efesiensi waktu, dengan mengakses atau
menggunakan e-learning siswa tidak perlu lagi mencatat materi pelajaran dari
gurunya diatas kertas putih lagi. Akan tetapi kini mereka hanya perlu waktu
yang lama untuk mendapatkan salinan materi dari gurunya, mereka hanya butuh
Flasdisk atau CD untuk menggandakan (meng-copy) materi tersebut. Atau juga bisa
mereka mendapatkan materi tersebut dari kiriman e-mail silabus materi pekanan
yang dipelajari.
Sedangkan dari segi biaya, seorang siswa tidak
lagu diharuskan mempunyai buku pelajaran serta tidak perlu lagi membawa beban
berupa buku dalam tas yang ada diatas pundaknya. Dengan adanya sistem
pembelajaran e-learning seorang siwa tidak perlu membeli buku, karena
buku-bukupegangan itu dapat doperoleh dari buku sekolah elekronik yang ada.
Jadi dari segi segi waktu dan biaya sistem pembelajaran e-learning ini sangat
efisien dengan membutuhkan waktu yang cepat dan biaya yang sedikit.
2.
Selalu Up To Date
Didalam sistem pembelajaran e-learning seorang
pengguna dapat memperoleh pengetahuan baik berupa materi-materi pelajaran,
informasi yang masih hangat dan terbaru, yang dapat diakses secara mudah dan
cepat.
3.
Bersifat universal
Semua orang di seluruh dunia termasuk Indonesia
dapat mengakses informasi, berita, serta ilmu pengetahuan tentang mata
pelajaran sekolah maupun kuliah secara mudah cepat. Sistem pembelajaran
e-learning ini dapat diakses dimana saja, baik di perkotaan maupun perdesaan,
tak terkecuali di pelosok. Hanya dengan syarat terhubung dan terdapat sinyal
internet ditempat tersebut.
Berdasarkan
keunggulan-keunggulan tersebut, sistem pembelajaran e-learning ini sangat
bermanfaat yang dapat di rasakan oleh para penggunanya. Baik bermanfaat bagi
guru, siswa, maupun bagi pihak sekolah. Manfaat-manfaat tersebut antara lain
sebagai berikut:
A. Bagi Guru
Dengan adanya e-learning ini seorang guru dapat
menghemat persiapannya di dalam proses belajar mengajar. Ia hanya cukup
mempersiapkan media pembelajaran berupa power point dan pemutar video. Media
power point ini berfungsi untuk mempermudah bagi seorang guru dalam memberikan
materi kepada siswa-siswanya yang ditambah dengan adanya pemutaran video,
sehingga siswa-siswinya dapat dengan mudah mencerna dan menerima mata pelajaran
darinya. Dengan begitu seorang guru tidak perlu repot-repot mengeluarkan banyak
energinya untuk menulis materi yang akan di ajarkan kepada siswanya. Sehingga
kegiatan belajar mengajar yang ada didalam kelas tersebut menjadi lebih efektif serta hal tersebut akan membuat
seorang guru menjadi lebih percaya diri saat mengajar.
Selain itu, guru akan lebih mudah dalam mengontrol
kegiatan belajar serta didik. Seorang guru juga dapat mengetahui kapan peserta
didiknya itu belajar serta berapa lama siswa itu mempelajari suatu topik materi
darinya. Bahkan ia dapat mengecek apakah peserta didiknya telah menegerjakan
soal-soal latihan dan juga jawaban tersebut dapat secara langsung diperiksa
yang selanjutnya hasil dari soal-soal latihan tersebut dapat di beritahukan
kepada peserta didiknya.
B. Bagi Siswa
Sistem pembelajaran e-learning ini akan meningkatkan
pengetahuan siswa akan teknologi sehingga siswa akan menjadi tidak gaptek
(gagap teknologi) dan akan semakin melek akan teknologi. Selain itu, e-learning
akan merangsang siswa untuk berimajinasi dengan sajian audio visual yang
menarik dari materi yang ia pelajari. Dalam sistem pembelajaran e-learning,
kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi
siswanya, selain itu juga materi pelajaran yang diberikan akan lebih mudah
dipahami. Sehingga akan mengubah siswa yang sebelumnya masih pasif (malas
belajar) menjadi lebih aktif dalam belajar.
C. Bagi Pihak
Sekolah
Penggunakan e-learning ini secara tidak langsung
akan membuat sekolah tersebut akan semakin berpestasi. Hal tersebut disebabkan
karena mereka bebas mencari informasi didunia luar mengenai bermacam-macam
perlombaan, sehingga seklah akan mudah menyalurkan siswa-siswinya ynag berprestasi
untuk berkancah dalam perlombaan baik bersekala nasional maupun internasional.
Berdasarkan
manfaat dan keuntungan yang telah dijelaskan diatas behwa, sistem pembelajaran e-learning ini sangat strategis
atau cocok apabila di laksanakan dan di praktikkan di dalam dunia pendidikan
Indonesia. selain disebabkan karena dalam mengaksesnya sangat mudah, akan
tetapi juga disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut tersebut
antara lain :
A. Kondisi
geografis Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar
didunia yang berada diantara dua benua, yakni benua asia dan australia. Saat
ini jumlaah pulau-pulau yang ada di Indonesia yang terdaftar dan berkoordinat
yakni berjumlah 13.466 pulau. Hal tersebut dengan kondisi antara satu daerah dengan
daerah yang lain yang tidak dekat (sangat berjauhan). Berbagai problematika
pendidikan banyak terjadi disana, khususnya di pulau-pulau terpencil.
Masalah-masalah tersebut muncul karena kurang meratanya baik kualitas maupun
kuantitas dari mutu pendidikan yang ada di pulau terpencil. Hal tesebut
disebabkan karena dengan jumlah tenaga
pengajar yang terbatas serta sulitnya medan untuk menjangkau daerah atau pulau
tersebut untuk mendistribusikan perengkat-perangkat pembelajaran seperti buku
paket maupun LKS (Lembar Kerja Siswa), baik dari akses jalan darat maupun laut.
Dengan adanya e-learning ini, segala problematika
yang ada didalam dunia pendidikan di Indonesia bukan tidak mungkin akan
teratasi. Pemerataan mutu pendidikan yang selama ini hanya sekedar angan-angan
belaka, kini akan sangat mungkin menjadi kenyataan. E-learning tersebut akan
dijadikan sebagai jembatan untuk memudahkan penyebaran pendidikan di daerah
atau pulau-pulau terpencil tersebut, melalui berbagai modul mendidik yang dapat
di akses secara mudah melalui internet. Sehingga segala informasi serta berita
yang datang dari pemerintah pusat akan secara cepat dan aktif tersampaikan
kemasyarakat khusunya bagi para pengajar. Dan pada akhirnya tidak akan aada
lagi kesenjangan atau keterlambatan informasi kepada pengajar di pulau- dan
daerah-daerah terpencil tersebut. Akan tetapi didalam pelaksanan dan praktiknya
diperlukannya adanya keseriusan serta dukungan dari segala pihak dalam
membumikan e-leaing sebagai upaya untuk menghadapi masalah yang bekaitan dengan
mutu pendidikan tersebut.
B. Jumlah
pengguna internet di Indonesia.
Berdasarkan data dari kementrian komunikasi dan
informatika (Kemkomunfo) yang saya peroleh dari situs resminya kominfo.go.id
yang menyatakan bahwa, jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini pada
tahun 2014 telah mecapai 82 juta orang, lebih tepatnya yakni berjumlah 83,7
juta pengguna. Dengan capaian tersebut Indonesia berada pada peringkat 6 di
dunia, yang berada dibawah China, Amerika Serikat, India, Brazil, Serta Japan.
Indonesia tepat berada satu tingkat diatas negara Russia, itu artinya jumlah
pengguna internet di Indonesia menempati posisi teringgi di negara-negara
kawasan asia tenggara, serta menempati urutan posisi ketiga di tingkat Asia.
Dibawah adalah daftar 25 peringkat negara pengguna internet pada tahun 2013 dan
2014 serta prediksi untuk empat tahun kedepan, berikut adalah rinciannya :

Dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang berjumlah 83,7 juta
orang tersebut,
penggunanya diantaranya adalah para remaja
yang berusia dari rentang 15-19 tahun. Itu artinya sebanyak 66,96 juta para
remaja aktif yang masih duduk di bangku SMP dan SMA dalam mengakses internet
baik yang mereka akses dari telepon genggam (smartphone) maupun melalui
komputer (laptop) yang ia miliki. Pada umumnya mereka menggunakan atau
mengakses internet untuk mengakses sosial media, salah satunya yakni Facebook.
Dimana indonesia menempati peringkat ke-4 pengguna akun facebook di kawasan
Benua Asia.
Selain itu, mereka menggunakan akses internet hanya untuk bermain game
online, maupun untuk mengakses informasi berita atau informasi dari dunia luar.
Akan tetapi yang lebih parahnya yakni maraknya para pelajar yang mengakses
internet untuk menyaksikan tayangan-tayangan Pornografi yang secara mudah dan
cepat yang dapat ia akses dan ia dapat melalui internet tersebut.
Untuk itu e-lerning merupakan suatu solusi yang sangat tepat untuk
mengurangi serta mencegah bagi para pelajar dalam mengakses internet. Hal
tersebut akan mengeser serta mengarahkan bagi para pelajar yang selama ini hanya mengakses hal-hal yang
tidak berguna, menjadi para pelajar yang aktif dalam mencari informasi atau
berita yang bermanfaat bagi mereka dengan cara mengakses e-learning tersebut.
Sehingga pengetahuan para pelajar akan ilmu pengetahuan, informasi, serta
berita dari dunia luar akan bertambah.
C. Jumlah pengajar dan
pelajar di indonesia
Berdasarkan
informasi yang dimuat didalam media online Kompas.com dalam situs resminya
edukasi.kompas.com bahwa, Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI)
Sulistyo mengatakan, Indonesia masih kekurangan sekitar 400 ribu guu untuk
tingkat jenjang Sekolah Dasar (SD). Dalam penuturannya, Ketua PGRI berharap
agar pemerintah membuka kembali daftar
calon pegawai negeri untuk guru atau mengangkat guru yang masih honorer menjadi
PNS.
Berdasarkan
data PGRI, jumlah seluruh guru yang ada di di Indonesia mencapai 2.925.676 data tersebut belum tercantum dan tidak
terekam data tentang mutasi guru. Dari data tersebut, jumlah guru banyak
menumpuk atau berada dalam jenjang pendidikan SMP dan SMA saja, sementara itu
tenaga pengajar untuk jenjang SD kekurangan. Jadi berdasarkan masalah tersebut,
maka e-learning sangatla cocok untuk dipraktikkan pada jenjang pendidikan
tingkat SD, dengan begitu jumlah tenaga pengajar yang masih kurang akan
teratasi sedikit teratasi dengan adanya sistem pembelajaran e-learning ini.
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa
sistem pembelajaran e-learning merupakan salah satu solusi nyata untuk
mengatasi problematika pendidikan yang ada di Indonesia, baik berupa jumlah
tenaga pengajar yang terbatas maupun kondisi geografis Indonesia yang terdapat
daerah-daerah yang sulit untuk dijangkau. Dengan adanya e-learning, masalah
mengenai kurang meratanya tenaga pengajar (guru) yang ada di Indonesia akan
terjawab, karena segala sumber informasi baik berupa ilmu pengetahuan dan
berita melalui e-learning akan tersalurkan serta sampai ke institusi pendidikan
terlebih daerah atau pulau-pulau yang terpencil yang ada di Indonesia.
Akan
tetapi hal tersebut tidak akan pernah sukses terealisasi apabila tidak adanya
dukungan serta kerja sama dari segala pihak untuk menyukseskan atau membumikan
e-learning dalam dunia pendidikan Indonesia. Dengan adanya dukungan dan Kerja
sama tersebut akan membuat tujuan pendidikan di Indonesia menjadi sesuai dengan
jalur awal yakni sesuai dengan UUD 1945 alenia yang bertujuan untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa akan terealisasi dengan adanya sistem pembelajaran e-learning
ini.
DAFTAR PUSTAKA