Tuesday, February 17, 2015

Sesuaikah e-learning untuk Indonesia?


          Tahun 2015 merupakan tahun dimana mulai dibukanya Masyarakat Ekonomi Asia, atau yang biasa disebut dengan MEA. Negara-negara anggota ASEAN bebas untuk ekspor maupun impor barang maupun jasa. Dengan adanya masayrakat ekonomi asia (MEA) akan mamacu semangat negara-negara di Asia Ternggara untuk saling berlomba-lomba serta bersaing dalam menciptakan suatu inovasi, terobosan, maupun kreativitas bagi setiap, termasuk Indonesia di dalam menghadapi MEA. Persaingan tersebut terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dari aspek  ekonomi (bisnis maupun jasa), sosial, budaya, aspek didalam dunia Pendidikan. Khususnya didalam dunia pendidikan diperlukan adanya suatu solusi, karena hal tersebut selain akan berdampak positif, akan tetapi juga akan berdampak negatif terhadap dunia pendidikan dinegara kita Indonesia.
          Untuk menghadapi MEA tersebut mau tidak mau dunia pendidikan indonesia harus mengubah atau menggeser proses belajar mengajarnya, yakni dari metode konvensi yang mengharuskan pengajar dan peserta didik harus senantiasa bertatap muka atau bertemu secara langsung didalam kelas. Dengan menggesernya menjadi metode digital yang menggunakan perangkat elektronik dan jaringan (internet) sebagai sarana untuk membantu pembelajaran antara pengajar dan peserta didiknya. Salah satu praktik nyatanya yakni dengan melaksanakan atau mempraktikkan metode berbasis web didalam internet yang dinamakan  E-learning.
Sistem pembelajaran yang menggunakan E learning merupakan cara atau terobosan baru didalam proses belajar mengajar. Secara istilah, E-learning berasal dari bahasa inggris (dari kata e dan learning). E merupakan singkatan dari bahasa inggris yang artinya adalah electronic (Elektronik). Sedangkan learning yang berarti pembelajaran. Jadi berdasarkan istilah tersebut e-learning merupakan sistem pembelajaran yang berbasis elektronik (teknologi).
Menurut Hartley (2001), E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampainya bahan ajar kesiswa dengan menggunakan internet atau media jaringan komputer yang lain. Jadi, internet maupun media-media jaringan komputer dalam konsep e-learning ini digunakan sebagai sarana penyampaian atau pemberian materi ajar yang diberikan oleh seorang guru kepada siswanya.
          Hal tersebut sejalan dengan pendapat nursalam (2008:135), menurut beliau e-learning memiliki beberapa karakteristik antara lain:
1.    Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.    Memanfaatkan kenggulan komputer (digital media dan komputer networks).
3.    Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di dalam komputer, sehingga dapat diakses oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4.    Memanfaatkan jadal pembelajaran, kurikulum, hasiil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di dalam komputer.
Berdasarkan pendapat dari ketiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-learning merupakan suatu konsep di dalam dunia pendidikan yang memanfaatkan teknologi yang berkaitan atau berbasis dengan informasi yang digunakan di dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain, proses belajar mengajar menggunakan e-learning tersebut dilakukan secara virtual dengan menggunakan perantara layar komputer. Dengan artian pengajar (guru maupun dosen) tidak perlu bertatap muka secara langsung empat mata kepada anak didiknya (siswa maupun mahasiswa). Selain itu, peserta didik tidak perlu duduk didalam kelas untuk mendapatkan serta menyimak materi pelajaran yang diberikan oleh gurunya.
Proses pembelajaran e-learning tersebut dapat dilaksanakan atau diterapkan  dengan dengan secara on-line maupun ofline, dimana seorang pengajar seorang pengajar melaksanakan pengajaran melalui tempat lain yang berbeda dengan peserta didiknya. Setelah itu pengajar dapat  mengirimkan secara online sebuah tayangan video pembelajarannya tersebut kepada peserta didiknya. Sehingga seorang peserta didik yang tersambung dengan internet dapat mendapatkan materi melalui kiriman dari gurunya. Seorang peserta didik tersebut dapat menyaksikan tayangan atau video tersebut secara of-line yang dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja.
Sistem pembelajaran e-learning ini memiliki banyak keunggulan serta keuntungan yang sangat bermanfaat bagi pengakses atau penggunanya. Keunggulan-keunggulan dari sistem pembelajaran e-learning tersebut antara  lain:
1.    Efisiensi waktu dan biaya
Dari segi efesiensi waktu, dengan mengakses atau menggunakan e-learning siswa tidak perlu lagi mencatat materi pelajaran dari gurunya diatas kertas putih lagi. Akan tetapi kini mereka hanya perlu waktu yang lama untuk mendapatkan salinan materi dari gurunya, mereka hanya butuh Flasdisk atau CD untuk menggandakan (meng-copy) materi tersebut. Atau juga bisa mereka mendapatkan materi tersebut dari kiriman e-mail silabus materi pekanan yang dipelajari.
Sedangkan dari segi biaya, seorang siswa tidak lagu diharuskan mempunyai buku pelajaran serta tidak perlu lagi membawa beban berupa buku dalam tas yang ada diatas pundaknya. Dengan adanya sistem pembelajaran e-learning seorang siwa tidak perlu membeli buku, karena buku-bukupegangan itu dapat doperoleh dari buku sekolah elekronik yang ada. Jadi dari segi segi waktu dan biaya sistem pembelajaran e-learning ini sangat efisien dengan membutuhkan waktu yang cepat dan biaya yang sedikit. 
2.    Selalu Up To Date
Didalam sistem pembelajaran e-learning seorang pengguna dapat memperoleh pengetahuan baik berupa materi-materi pelajaran, informasi yang masih hangat dan terbaru, yang dapat diakses secara mudah dan cepat.
3.    Bersifat universal
Semua orang di seluruh dunia termasuk Indonesia dapat mengakses informasi, berita, serta ilmu pengetahuan tentang mata pelajaran sekolah maupun kuliah secara mudah cepat. Sistem pembelajaran e-learning ini dapat diakses dimana saja, baik di perkotaan maupun perdesaan, tak terkecuali di pelosok. Hanya dengan syarat terhubung dan terdapat sinyal internet ditempat tersebut.
Berdasarkan keunggulan-keunggulan tersebut, sistem pembelajaran e-learning ini sangat bermanfaat yang dapat di rasakan oleh para penggunanya. Baik bermanfaat bagi guru, siswa, maupun bagi pihak sekolah. Manfaat-manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:
A.  Bagi Guru
Dengan adanya e-learning ini seorang guru dapat menghemat persiapannya di dalam proses belajar mengajar. Ia hanya cukup mempersiapkan media pembelajaran berupa power point dan pemutar video. Media power point ini berfungsi untuk mempermudah bagi seorang guru dalam memberikan materi kepada siswa-siswanya yang ditambah dengan adanya pemutaran video, sehingga siswa-siswinya dapat dengan mudah mencerna dan menerima mata pelajaran darinya. Dengan begitu seorang guru tidak perlu repot-repot mengeluarkan banyak energinya untuk menulis materi yang akan di ajarkan kepada siswanya. Sehingga kegiatan belajar mengajar yang ada didalam kelas tersebut menjadi  lebih efektif serta hal tersebut akan membuat seorang guru menjadi lebih percaya diri saat mengajar.
Selain itu, guru akan lebih mudah dalam mengontrol kegiatan belajar serta didik. Seorang guru juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya itu belajar serta berapa lama siswa itu mempelajari suatu topik materi darinya. Bahkan ia dapat mengecek apakah peserta didiknya telah menegerjakan soal-soal latihan dan juga jawaban tersebut dapat secara langsung diperiksa yang selanjutnya hasil dari soal-soal latihan tersebut dapat di beritahukan kepada peserta didiknya.
B.  Bagi Siswa
Sistem pembelajaran e-learning ini akan meningkatkan pengetahuan siswa akan teknologi sehingga siswa akan menjadi tidak gaptek (gagap teknologi) dan akan semakin melek akan teknologi. Selain itu, e-learning akan merangsang siswa untuk berimajinasi dengan sajian audio visual yang menarik dari materi yang ia pelajari. Dalam sistem pembelajaran e-learning, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswanya, selain itu juga materi pelajaran yang diberikan akan lebih mudah dipahami. Sehingga akan mengubah siswa yang sebelumnya masih pasif (malas belajar) menjadi lebih aktif dalam belajar.
C.  Bagi Pihak Sekolah
Penggunakan e-learning ini secara tidak langsung akan membuat sekolah tersebut akan semakin berpestasi. Hal tersebut disebabkan karena mereka bebas mencari informasi didunia luar mengenai bermacam-macam perlombaan, sehingga seklah akan mudah menyalurkan siswa-siswinya ynag berprestasi untuk berkancah dalam perlombaan baik bersekala nasional maupun internasional.
Berdasarkan manfaat dan keuntungan yang telah dijelaskan diatas behwa, sistem  pembelajaran e-learning ini sangat strategis atau cocok apabila di laksanakan dan di praktikkan di dalam dunia pendidikan Indonesia. selain disebabkan karena dalam mengaksesnya sangat mudah, akan tetapi juga disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut tersebut antara lain :
A.  Kondisi geografis Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar didunia yang berada diantara dua benua, yakni benua asia dan australia. Saat ini jumlaah pulau-pulau yang ada di Indonesia yang terdaftar dan berkoordinat yakni berjumlah 13.466 pulau. Hal tersebut dengan kondisi antara satu daerah dengan daerah yang lain yang tidak dekat (sangat berjauhan). Berbagai problematika pendidikan banyak terjadi disana, khususnya di pulau-pulau terpencil. Masalah-masalah tersebut muncul karena kurang meratanya baik kualitas maupun kuantitas dari mutu pendidikan yang ada di pulau terpencil. Hal tesebut disebabkan karena  dengan jumlah tenaga pengajar yang terbatas serta sulitnya medan untuk menjangkau daerah atau pulau tersebut untuk mendistribusikan perengkat-perangkat pembelajaran seperti buku paket maupun LKS (Lembar Kerja Siswa), baik dari akses jalan darat maupun laut.
Dengan adanya e-learning ini, segala problematika yang ada didalam dunia pendidikan di Indonesia bukan tidak mungkin akan teratasi. Pemerataan mutu pendidikan yang selama ini hanya sekedar angan-angan belaka, kini akan sangat mungkin menjadi kenyataan. E-learning tersebut akan dijadikan sebagai jembatan untuk memudahkan penyebaran pendidikan di daerah atau pulau-pulau terpencil tersebut, melalui berbagai modul mendidik yang dapat di akses secara mudah melalui internet. Sehingga segala informasi serta berita yang datang dari pemerintah pusat akan secara cepat dan aktif tersampaikan kemasyarakat khusunya bagi para pengajar. Dan pada akhirnya tidak akan aada lagi kesenjangan atau keterlambatan informasi kepada pengajar di pulau- dan daerah-daerah terpencil tersebut. Akan tetapi didalam pelaksanan dan praktiknya diperlukannya adanya keseriusan serta dukungan dari segala pihak dalam membumikan e-leaing sebagai upaya untuk menghadapi masalah yang bekaitan dengan mutu pendidikan tersebut.

B.  Jumlah pengguna internet di Indonesia.
Berdasarkan data dari kementrian komunikasi dan informatika (Kemkomunfo) yang saya peroleh dari situs resminya kominfo.go.id yang menyatakan bahwa, jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini pada tahun 2014 telah mecapai 82 juta orang, lebih tepatnya yakni berjumlah 83,7 juta pengguna. Dengan capaian tersebut Indonesia berada pada peringkat 6 di dunia, yang berada dibawah China, Amerika Serikat, India, Brazil, Serta Japan. Indonesia tepat berada satu tingkat diatas negara Russia, itu artinya jumlah pengguna internet di Indonesia menempati posisi teringgi di negara-negara kawasan asia tenggara, serta menempati urutan posisi ketiga di tingkat Asia. Dibawah adalah daftar 25 peringkat negara pengguna internet pada tahun 2013 dan 2014 serta prediksi untuk empat tahun kedepan, berikut adalah rinciannya :
            Dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang berjumlah 83,7 juta orang tersebut,  penggunanya diantaranya adalah para remaja yang berusia dari rentang 15-19 tahun. Itu artinya sebanyak 66,96 juta para remaja aktif yang masih duduk di bangku SMP dan SMA dalam mengakses internet baik yang mereka akses dari telepon genggam (smartphone) maupun melalui komputer (laptop) yang ia miliki. Pada umumnya mereka menggunakan atau mengakses internet untuk mengakses sosial media, salah satunya yakni Facebook. Dimana indonesia menempati peringkat ke-4 pengguna akun facebook di kawasan Benua Asia.
            Selain itu, mereka menggunakan akses internet hanya untuk bermain game online, maupun untuk mengakses informasi berita atau informasi dari dunia luar. Akan tetapi yang lebih parahnya yakni maraknya para pelajar yang mengakses internet untuk menyaksikan tayangan-tayangan Pornografi yang secara mudah dan cepat yang dapat ia akses dan ia dapat melalui internet tersebut.
            Untuk itu e-lerning merupakan suatu solusi yang sangat tepat untuk mengurangi serta mencegah bagi para pelajar dalam mengakses internet. Hal tersebut akan mengeser serta mengarahkan bagi para pelajar  yang selama ini hanya mengakses hal-hal yang tidak berguna, menjadi para pelajar yang aktif dalam mencari informasi atau berita yang bermanfaat bagi mereka dengan cara mengakses e-learning tersebut. Sehingga pengetahuan para pelajar akan ilmu pengetahuan, informasi, serta berita dari dunia luar akan bertambah.
C.  Jumlah pengajar dan pelajar di indonesia
Berdasarkan informasi yang dimuat didalam media online Kompas.com dalam situs resminya edukasi.kompas.com bahwa, Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) Sulistyo mengatakan, Indonesia masih kekurangan sekitar 400 ribu guu untuk tingkat jenjang Sekolah Dasar (SD). Dalam penuturannya, Ketua PGRI berharap agar  pemerintah membuka kembali daftar calon pegawai negeri untuk guru atau mengangkat guru yang masih honorer menjadi PNS.
Berdasarkan data PGRI, jumlah seluruh guru yang ada di di Indonesia mencapai 2.925.676  data tersebut belum tercantum dan tidak terekam data tentang mutasi guru. Dari data tersebut, jumlah guru banyak menumpuk atau berada dalam jenjang pendidikan SMP dan SMA saja, sementara itu tenaga pengajar untuk jenjang SD kekurangan. Jadi berdasarkan masalah tersebut, maka e-learning sangatla cocok untuk dipraktikkan pada jenjang pendidikan tingkat SD, dengan begitu jumlah tenaga pengajar yang masih kurang akan teratasi sedikit teratasi dengan adanya sistem pembelajaran e-learning ini.
          Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sistem pembelajaran e-learning merupakan salah satu solusi nyata untuk mengatasi problematika pendidikan yang ada di Indonesia, baik berupa jumlah tenaga pengajar yang terbatas maupun kondisi geografis Indonesia yang terdapat daerah-daerah yang sulit untuk dijangkau. Dengan adanya e-learning, masalah mengenai kurang meratanya tenaga pengajar (guru) yang ada di Indonesia akan terjawab, karena segala sumber informasi baik berupa ilmu pengetahuan dan berita melalui e-learning akan tersalurkan serta sampai ke institusi pendidikan terlebih daerah atau pulau-pulau yang terpencil yang ada di Indonesia.
Akan tetapi hal tersebut tidak akan pernah sukses terealisasi apabila tidak adanya dukungan serta kerja sama dari segala pihak untuk menyukseskan atau membumikan e-learning dalam dunia pendidikan Indonesia. Dengan adanya dukungan dan Kerja sama tersebut akan membuat tujuan pendidikan di Indonesia menjadi sesuai dengan jalur awal yakni sesuai dengan UUD 1945 alenia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan terealisasi dengan adanya sistem pembelajaran e-learning ini. 
         
DAFTAR PUSTAKA



   


              

Sunday, February 15, 2015

trick math

selamat siang sobat AriMathmaticsZone 
             Di siang siang nan terik ini admin akan berbagi pengetahuan tentang cara mudah atau yang biasa kita sebut dengan trik. Trik yang akan saya bagikan ini berkaitan dengan bagaimana cara kita dalam mengkuadratkan angka-angka dengan cara yang mudah dan simpel tentunya dengan wktu yang singkat pula.
             Untuk itu simak dan perhatikan trik dibawah ini dengan seksama. 
A.  Pengkuadratan Angka Berakhiran Lima
   Berikut langkah-langkahnya :
   1. Langkah pertama, Kalikanlah angka sebelum angka lima dengan angka urutan                        selanjutnya.
  2. Tuliskan angka 25 di belakang angka hasil dari a)
  contoh :
   a.  652= ?
        1)     6 x 7 = 42
        2)    hasil : 4225
    b. 1052 = ?
        1)      10 x 11 = 110
        2)     hasil : 11025
B.  Pengkuadratan Dua Angka Bilangan yang dimulai dengan Lima
    Berikut langkah-langkahnya :
   1. Langkah pertama, tambahkan bilangan 25 dengan bilangan satuannya.
   2. Lalu kuadratkan bilangan satuannya.(khusus untuk angka satuan 1, 2, dan 3, hasil                    kuadratnya dituliskan 01, 04, dan 09)
   3. Setelah itu hasil akhir adalah gabungan a) dan b)
   contoh :
    a.   512 = ?
       1)      25 + 1 = 26
       2)      12 = 01
       3)     hasil : 2601
    b.   592 = ?
       1)      25 + 9 = 34
       2)     92 = 81
       3)     hasil : 3481
 C.  Pengkuadratan Dua Angka Bilangan yang diakhiri angka Satu
   Berikut langkah-langkahnya :
    1.     Langkah pertama kuadratkan angka bulatnya.
    2.    Langkah kedua jumlahkan angka tersebut dengan angka bulatnya.
    3.     Lalu hasil akhirnya adalah jumlah dari a) dan b)
  contoh :
    a.   612 = ?
       1)      602= 3600
       2)     61 + 60 = 121
       3)     hasil : 3600 + 121 =3721
    b.   212 = ?
       1)      202= 400
       2)     21 + 20 = 41
       3)     hasil : 400 + 41 = 441
      Ini adalah hanyalah beberapa trik yang dapat admin ari sampaikan kepada    sobat AriMathmaticsZone.Com, tunggu episode selanjutnya....!!!!
          Semoga bermanfaat......amiiinnn.
GOOD LUCK,,,

Let’s Try...